Setia yang Memahami

Cerpen oleh Nurul Insani Mentari pagi berselimut awan putih. Cahaya hangatnya menembus jendela-jendela rumah warga, tak terkecuali menembus gerbang sebuah pesantren yang berdiri di kaki...

Pada Sebuah Asa

Cerpen oleh : Nurul Insani Hakikat bertemu adalah untuk berpisah. Berpisah tak selamanya menjadi simbol akhir sebuah hubungan. Berpisah tak selamanya lara. Kadang kala berpisah...

Elegi Pagi S(Ng)antri

Oleh: Robiah Mahtumah Malayati* Khurin In segera turun dari masjid. Ia sudah rampung belajar diniyah. Nadzom Imrithy sudah dirapal sampai hapal. Mukenanya dicincing agak tinggi,...

Songkok Hitam untuk Alif

Oleh: Khoshshol Fairuz* Terik masih membakar jantung kota saat Alif menginjakkan kakinya, tubuh itu tampak tegap meski lapar mendera. Mata birunya mencari-cari sosok yang sejak...

Surat di Pojok Pesantren

Oleh: Ananda Prayogi Aku adalah seorang siswa yang tengah duduk di bangku kelas 6 SD, tepatnya di SDN 3 Pringsewu, Lampung. Setiap harinya, waktuku didominasi...